Tips Praktis Menyusun Anggaran Bulanan untuk Bisnis Pemula
Membuat anggaran bulanan untuk usaha yang baru jalan tidak serumit yang dibayangkan. Kamu cukup mencatat berapa uang yang masuk, berapa yang pasti keluar, lalu menentukan batas belanja sebelum bulan berjalan. Anggaran ini yang membuat kamu tahu apakah bulan ini untung, pas-pasan, atau sedang nombok.
Banyak pemilik usaha kecil baru sadar arus kasnya bermasalah saat uang di rekening sudah menipis. Kalau rencana belanja bulanan disusun di awal, kamu masih sempat menahan pengeluaran yang tidak mendesak.
Mulai dari catatan pengeluaran yang sudah terjadi
Sebelum membuat rencana ke depan, lihat dulu ke belakang. Kumpulkan struk, catatan transfer, dan nota belanja selama satu atau dua bulan terakhir. Dari situ kamu bisa melihat pola: kapan pengeluaran paling besar, pos apa yang sering bengkak, dan mana yang sebenarnya bisa dipangkas.
Kalau catatan masih berantakan, mulai dari yang paling mudah. Pisahkan pengeluaran jadi beberapa kelompok besar seperti bahan baku, gaji, sewa, listrik dan internet, ongkos kirim, serta biaya promosi. Kelompok ini nanti jadi baris utama di anggaranmu.
Pisahkan uang pribadi dan uang usaha
Anggaran bisnis akan selalu kacau kalau rekeningnya masih campur dengan uang belanja rumah. Kamu tidak akan pernah tahu apakah usaha benar-benar menghasilkan atau hanya terlihat ramai karena uang pribadi ikut dipakai. Mulai biasakan mengambil gaji pemilik dalam jumlah tetap setiap bulan, lalu catat sebagai pengeluaran usaha.
Kalau masih bingung memisahkan keduanya, ada panduan langkah demi langkah di tips praktis mengatur keuangan bisnis kecil untuk pemula yang bisa kamu ikuti pelan-pelan.
Cara menyusun anggaran bulanan bisnis pemula dalam lima langkah
Urutan berikut bisa langsung kamu praktikkan pakai spreadsheet sederhana atau buku tulis. Tidak perlu aplikasi mahal dulu.
- Perkirakan pemasukan bulan ini. Pakai angka rata-rata tiga bulan terakhir, bukan angka terbaik yang pernah kamu capai. Lebih aman merencanakan belanja dengan perkiraan pemasukan yang konservatif.
- Tulis pengeluaran tetap. Sewa tempat, gaji, cicilan alat, langganan internet, dan iuran lain yang jumlahnya hampir sama tiap bulan.
- Tulis pengeluaran variabel. Bahan baku, kemasan, ongkos kirim, dan biaya iklan. Pos ini yang paling sering berubah, jadi beri batas maksimal per bulan.
- Sisihkan dana cadangan. Ambil porsi kecil dari pemasukan sebelum dipakai belanja. Untuk usaha kecil, menyiapkan dana darurat usaha perlu jadi kebiasaan bulanan, bukan sisa uang kalau ada.
- Tentukan sisa untuk pemilik. Baru di akhir kamu hitung berapa yang bisa diambil sebagai penghasilan. Kalau sisa ini minus, berarti ada pos belanja yang harus dikurangi.
Setelah lima baris itu terisi, bandingkan total pengeluaran dengan perkiraan pemasukan. Selisihnya adalah gambaran kasar laba bulan ini. Jangan kaget kalau awalnya tipis, yang penting angkanya jujur.
Beri batas belanja per pos, bukan cuma total
Anggaran total sering terlihat aman sampai akhir bulan, padahal uangnya habis di pos yang salah. Misalnya, biaya iklan membengkak sementara stok bahan baku kurang. Karena itu, tetapkan plafon untuk tiap pos dan pantau setiap minggu.
Cara sederhana: tulis target belanja mingguan di catatan HP, lalu cocokkan tiap Jumat. Kalau satu pos sudah lewat batas, kurangi pos lain di minggu yang sama, jangan menunggu akhir bulan.
Untuk pos yang berkaitan dengan harga produk, ada baiknya kamu tahu dulu berapa modal per unit dan berapa titik impasnya. Panduan cara menghitung titik impas usaha kecil membantu kamu menentukan batas bawah penjualan sebelum menambah pengeluaran baru.
Siapkan dana tak terduga dan dana cadangan
Anggaran yang terlalu ketat justru rapuh. Sisakan sekitar lima sampai sepuluh persen dari pemasukan untuk hal tak terduga seperti alat rusak, harga bahan naik, atau pesanan yang dibatalkan. Dana ini disimpan terpisah supaya tidak tergoda dipakai belanja harian.
Kalau dana cadangan mulai terkumpul, simpan di rekening yang berbeda dari rekening operasional. Perbandingan jenis rekening bisa kamu lihat di artikel memilih buku tabungan bisnis agar tidak tercampur dengan uang belanja rumah.
Evaluasi singkat setiap akhir bulan
Sediakan waktu sekitar tiga puluh menit di akhir bulan untuk membandingkan rencana dan kenyataan. Tandai pos yang meleset jauh, lalu cari penyebabnya. Kalau bahan baku selalu lebih mahal dari perkiraan, naikkan batasnya bulan depan dan sesuaikan harga jual.
Evaluasi juga perlu memakai sumber informasi yang jelas, terutama saat kamu membaca berita ekonomi yang memengaruhi harga bahan atau permintaan pasar. Kebiasaan memilah informasi ini dijelaskan dalam langkah memilah berita politik dan hukum untuk pembaca harian, dan prinsipnya mirip saat kamu menilai berita bisnis.
Kalau kamu menjual produk fisik, perhitungan harga jual sebaiknya ikut ditinjau setiap kali ada perubahan biaya. Ada panduan cara menentukan harga jual produk untuk usaha kecil yang bisa jadi acuan saat menyesuaikan anggaran belanja dan target penjualan.
Saat butuh hiburan sebentar setelah selesai membenahi angka, menonton pertandingan bareng teman bisa jadi cara melepas penat. Buat yang suka basket, sepakbola, atau UFC, tarkamlive menyediakan tayangan bareng dengan host yang menghibur, jadi suasana nontonnya lebih ramai.
Ringkasan
Anggaran bulanan bisnis pemula cukup dibuat dari lima baris utama: perkiraan pemasukan, biaya tetap, biaya variabel, dana cadangan, dan sisa untuk pemilik. Beri batas per pos, pantau tiap minggu, dan tinjau di akhir bulan. Kebiasaan kecil ini yang membuat keputusan belanja tidak lagi berdasarkan perasaan.
Untuk urusan pajak, pinjaman, atau perencanaan keuangan yang lebih besar, sebaiknya konsultasikan ke akuntan atau perencana keuangan yang berkompeten. Informasi di sini bersifat umum untuk membantu kamu mulai menata catatan sendiri.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa persen pemasukan yang sebaiknya disisihkan untuk dana cadangan?
Untuk usaha kecil, kisaran lima sampai sepuluh persen dari pemasukan bulanan sudah cukup sebagai awal. Angka pastinya tergantung seberapa besar fluktuasi pemasukan dan pengeluaran usahamu. Yang penting disisihkan di awal, bukan menunggu sisa.
Apakah anggaran harus dibuat sebelum usaha mulai berjalan?
Idealnya begitu, tapi memulai sekarang juga tidak masalah. Pakai catatan pengeluaran satu bulan terakhir sebagai dasar, lalu susun rencana untuk bulan berikutnya. Anggaran bisa diperbaiki setiap bulan seiring data yang makin lengkap.
Bagaimana kalau pemasukan bulan ini jauh lebih kecil dari perkiraan?
Potong dulu pos yang bisa ditunda seperti promosi tambahan atau pembelian alat. Prioritaskan biaya yang menjaga usaha tetap jalan, misalnya bahan baku dan gaji. Kalau kondisi sulit berlanjut, pertimbangkan sumber pendanaan lain sambil tetap menghitung kemampuan membayar cicilan.